Puncak Jayawijaya Satu-Satunya Puncak di Indonesia Yang Memiliki Salju

Puncak Jayawijaya

Puncak Jayawijaya

Puncak Jayawijaya – Jika biasanya wisatawan yang datang ke papua pastinya mengenal Raja Ampat, berbeda halnya dengan wisatawan yang suka mendaki, mereka lebih mengenalnya lewat gunung Jayawijaya.

Gunung Jayawijaya merupakan gunung tertinggi di Indonesia, hampir semua pendaki memiliki mimpi untuk menaklukkan puncak gunung tersebut. Gunung ini pertama kali dinamakan Cartenz Pyramid.

Penamaan tersebut dimaksudkan untuk meghormati orang yang pertama kali menemukannya, Gunung ini di temukan oleh seorang petualang berkebangsaan Belanda yaitu Jan Cartenz, pada tahun 1623.

Pada saat itu dia dianggap pembohong karena mengaku pernah melihat sebuah gunung tertutup salju di kawasan tropis Indonesia. Setelah masa pembebasan tanah Irian dari penjajahan, namanya diubah menjadi Puncak Soekarno.

Puncak Jayawijaya

Dinamakan Puncak Soekarno karena ditujukan untuk menghormati presiden pertama di Indonesia. Dan kembali berubah namanaya pada tahun 1960 dengan campur tangan politik yang terjadi pada masa pergantian orde lama ke orde baru yang kemudian namanya berubah menjadi Jayawijaya.

Nama tersebut dipakai hingga saat ini. Penetapan gunung Jayawijaya sebagi seven summit ke 7 di dunia masih menjadi perdebatan bagi beberapa kalangan. Pasalnya, awal mula pencetusan world seven summit yang dicatat oleh Dick Bass mengacu pada gunung kosciuzko sebagai anggota pada urutan ke 7.

Sedangkan pencetusan yang dilakukan oleh Reinhold mengatakan bahwa seven summit di urutan ke 7 adalah puncak Catenz (Jayawijaya) yang terletak di pegunungan Papua, ia mengatakan bahwa pendakian di gunung Jayawijaya memiliki jalur yang lebih terjal dan ekstrim di bandingkan dengan pegunungan Kosciuzko.

Puncak Jayawijaya

Pendapat Reinhold ini mengundang banyak dukungan dari para pendaki di seluruh dunia. Bagi para pendaki di seluruh dunia, merupakan sebuah harapan dan impian untuk bisa menapakan kaki di puncak Cartez.

Dikarenakan, pendakian di gunung Jayawijaya termasuk aktifitas ekstrim, mengingat jalur di gunung tersebut sangat terjal dan cuaca disana tidak menentu. Kemampuan fisik dan mental saja tidak cukup untuk melakukan pendakian gunung Jayawijaya.

Dibutuhkan kemampuan untuk bertahan hidup, navigasi yang matang dan jumlah uang yang tidak sedikit untuk menyewa guide, biaya transportasi dan berbagai peralatan pendakian yang sangat mahal.

Dalam hukum alam bahwa mustahil ditemukan salju pada kawasan yang berada digaris katulistiwa, termasuk di Indonesia. Namun nampaknya hukum alam tersebut tidak berpengaruh pada puncak gunung Jayawijaya.

Puncak Jayawijaya

Oleh karena itu Jan Cartenz disebut pembohong, pada saat mengatakan bahwa di Indonesia, ia menemukan gunung Jayawijawa yang dilapisi salju. Hingga 300 tahun kemudian, terbukti bahwa gunung Cartez Pyramid benar-benar ada dan dilapisi salju.

Salah satu keunikan yang terdapat di gunung Jayawijaya adalah ditemukannya benda-benda laut, seperti kerang. Hal ini disebabkan bahwa dahulu puncak gunung Jayawijaya merupakan dasar laut. Kemudian, bersamaan dengan berpisahnya tanah Papua dan Australia, tanah tersebut naik ke atas, terdorong oleh gesekan lempengan Bumi. Peristiwa alam seperti ini pastinya membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan memakan waktu ratusan tahun.

Jika anda merupakan salah satu orang yang menyukai olahraga ekstrim, anda bisa mencoba untuk menaklukan gunung Jayawijaya yang ada di Indonesia.

Related posts

Leave a Comment